A Day in the Life: Again!


Tanggal 26 – 27 Februari 2013, merupakan hari yang menyenangkan bagi siswa/siswi SMP Kristen Lentera. Seperti tahun kemarin, SMP Kristen Lentera mendapat kunjungan dari Sekolah Pelita Harapan International Lippo Village. Mereka datang untuk mengadakan Field Trip di Ambarawa. Ini memang bukanlah kali pertama bagi SPH mengadakan Field Trip di SKL, sebab tahun lalu, angkatan kelas 8 tahun 2011 juga mengikuti Field Trip yang sama di SKL. Perbedaan budaya memang sangat terlihat diantara dua sekolah ini, tapi itu tidak meruntuhkan semangat siswa untuk melakukan kegiatan Field Trip.

Acara kunjungan serta Field Trip ini, dimulai pada pukul 08.00 WIB. Seperti biasa, murid SMP Kristen Lentera dari kelas VII hingga kelas IX berjajar mengelilingi sekolah untuk menyambut murid dari SPH dengan bersalaman. Setelah semua bersalaman, murid SPH serta SKL 'digiring' memasuki gereja dengan tertib untuk mengikuti Opening Ceremony.

Di gereja, lagi-lagi murid SPH disambut dengan hangat. Grup Vokal dari murid SMP Kristen Lentera sudah siap menyambut dengan menyanyikan lagu “Praise His Holy Name”. Setelah itu, SMP Kristen Lentera juga menampilkan tarian daerah yang berasa dari Jawa Tengah. Tenyata, SPH juga tak mau kalah, setelah tarian daerah usai, murid SPH menampilkan Musikalisasi Puisi beserta dengan tariannya, yang hanya diiringi petikan sebuah gitar nan merdu. Pertunjukan dari kedua sekolah ini sangat mengagumkan. Mereka sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk menampilkan kebolehan masing-masing. Akhir dari opening ceremony, Grup Vokal dari SMP Kristen Lentera menyanyikan sebuah lagu daerah yang sudah sangat familiar, yaitu “Padang Bulan” dengan gaya dan gestur atau tarian yang kedaerahan

Acara dilanjutkan dengan belajar Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris. Murid kelas VII dan murid SPH diharapkan untuk tinggal digereja untuk belajar bersama, sedangkan murid kelas VIII dan IX mendapat tugas lain yang tingkatannya lebih tinggi. Banyak yan mereka pelajari saat acara belajar bahasa ini. Siswa SPH mengajari Bahasa Inggris kepada siswa kelas VII SKL, dan sebaliknya, siswa kelas VII SKL mengajari siswa SPH untuk belajar Bahasa Jawa. “Susah juga sih mengajarkan Bahasa Jawa ke murid SPH yang tadinya bener-bener nggak  bisa Bahasa Jawa. Tapi seru kok, mereka juga sangat antusias.. Apalagi saat mereka mengucapkan beberapa kosakata Bahasa Jawa seperti kulo, penjenengan, tindak, mangkat, rasanya pengen ketawa... Lucu banget sih... Kami juga sadar diri kok.. Bahasa Inggris kami juga masih kaku, ada kemungkinan mereka bakalan ketawa saat denger kita ngomong Bahasa Inggris.. hehehe..” Jelas Tiwi, siswa kelas VII yang saat itu ditemui sedang bercengkrama dengan beberapa murid SPH.

Sekitar satu jam, acara belajar bahasa pun selesai. Setelah itu, semua siswa SPH maupun SKL di beri arahan untuk berkumpul dengan kelompok di tempat yang sudah disediakan. Acara kali ini adalah games. Beberapa games atau permainan daerah ikut memeriahkan, seperti congklak atau yang orang Jawa biasa sebut yaitu Dakon, Bekel, Betengan, Bakiak, dan juga permainan yang disediakan oleh SPH sendiri, yaitu Dodge Ball dan Balap Karung.

Seusai bermain dan mengobrol satu sama lain, Siswa SPH maupun SKL diperbolehkan untuk menyapaikan refleksi mereka selama setengah hari itu saat berkumpul di gereja dan setelah itu mereka semua makan siang dengan nasi soto yang sudah di sediakan.

Rasa lapar karena telah bermain dan belajar selama setengah hari telah terobati. Tiga bus dari SPH dan satu bus dari SKL juga sudah menunggu murid SPH dan murid kelas VII SKL untuk kegiatan selanjutnya menuju Tree Top Kopeng. Sekitar satu jam perjalana, akhirnya keempat bus tadi sampai di kawasan outbond Tree Top Kopeng. Sperti halnya di Sekolah Kristen Lentera, mereka semua disambut dengan begitu hangat. Setelah acara penyambutan ini, siswa SPH maupun SKL berkumpul dengan kelompok masing-masing yang sudah di tetapkan untuk mempersiapkan diri menghadapi outbond.

Pertama, mereka diberi arahan untuk memakai pengaman dengan benar. Setelah itu, satu demi satu murid mencoba rintangan awal dengan tingka yang berbeda. Ada mungkin sekitar dua jam, mereka bersenang-senang. Tak diduga, langit yang tadinya cerah kian meredup pertanda hujan akan datang. Bener saja, saat mereka semua selesai bermain, tiba tiba hujan datang mengguyur kawasan outbond Tree Top, meskipun begitu, semangat siswa tetap membara. Dengan cuaca dan suhu udara kopeng yang dingin disertai dengan hujan lebat, mereka semua tetap bersenang-senang seperti halnya saat cuaca cerah.

Hujan sudah mulai reda, saatnya mereka kembali di sekolah dengan menyimpan pengalaman yang tak akan terlupakan ini.

Keesokan harinya, kegiatan Field Trip kembali dilanjutkan oleh murid SPH dah juga murid kelas VII SKL. Sekitar pukul 7 pagi, mereka berangkat menggunakan 11 angkutan yang sudah disediakan menuju desa Bejalen Ambarwa. Setelah mereka sampai, lagi lagi mereka disambut hangat oleh pada penduduk di sana. Mereka semua berkumpul di Balai Desa untuk pengarahan dan juga pembagian tugas kelompok. Setelah itu, mereka semua menuu tempat untuk melakukan tugas tadi, yaitu di sawah bagi yang menanam padi, di rawa bagi yang memancing, di rumah penduduk bagi yang melakkan pekerjaan rumah, dan juga di pasar bagi yang menadapat tugas berbelanja. Sekitar dua setengah jam mereka bersenang-senang dengan pekerjaan masing-masing, mereka pun berkumpul lagi di balai desa untuk persiapan  kembali ke SKL. Setelah menyampaikan kesan-pesan, foto bersama, dan juga makan  siang,  SPH berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanan setelah berkunjung ke SKL. “Nggak  rela SPH pulang ke Tangerang, rasanya pengen main lagi sama mereka, aku harap sih bakalan ada lagi acaran sperti ini tahun depan, dan kalau Tuhan mengijinkan, biar SKL saja yang berkunjung kesana... Soalnya SPH dan SKL sudah seperti saudara,” jelas Aldo, siswa kelas VII yang merasa berat hati saat SPH berpamitan pulang.

Kami semua sangat berterima kasih kepadaTuhan telah menyertai kegiatan field trip ini dan juga SPH atas kunjungan dan pengalaman yang menyenangkan ini. Dan bila Tuhan mengijinkan, kami, siswa Lentera bisa berkunjung ke  SPH.

Terima Kasih SPH! JBU! (RKSD-INRT/Foto: Jarwo)

Gallery:

Why Lentera?

Lentera

Menjadi sekolah terkemuka, unggul dalam iman-karakter dan iptek. Berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Experience

Lentera

Anak-anak didik di Sekolah Kristen Lentera diajarkan untuk berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Student Life

Lentera

SKL menjadi tempat bagi anak-anak didik untuk dapat menyalurkan bakat dan hobby positif-nya, sehingga mereka menjadi generasi yang kreatif.

CORE VALUES LENTERA

akronim lentera