Capacity Building bagi Konselor Sebaya


Pada tanggal 29-30 Oktober 2012 lalu, beberapa siswa dari SMP Kristen Lentera mengikuti kegiatan Capacity Building bagi Konselor Sebaya yang diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan diprakasai oleh Puskesmas Demak 3 dan LSM Gapoera. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dan bertempat di Pondok Remaja Salib Putih, Salatiga. 

Acara tersebut diikuti oleh 4 kontingen kabupaten/kota. Yaitu Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupeten Sukoharjo, dan Kota Semarang. Siswa  yang diutus SMP Kristen Lentera untuk mewakili Kabupaten Semarang bersama dengan siswa dari kecamatan lain  adalah Acer, Tasya, Olivia, Aldo, Ian, dan Jemi. Kami di damping oleh Kepala Sekolah SMP Kristen Lentera, Pak Anggung SUpramana dan juga 1 staff Puskesmas Ambarawa,
Kegiatan pada hari pertama, 29 Oktober, sempat terjadi perubahan. Seharusnya upacara pembukaan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, tetapi karena ada keperluan lain beliau tidak bisa hadir, sehingga upacara pembukaan diundur pada hari berikutnya.

Acara terus berlanjut, acara pertama yaitu pembukaan dan pengenalan kakak-kakak pembina. Setelah itu, peserta diminta untuk mengisi pre test. Acara dilanjutkan dengan coffe break. Setelah puas menikmati makanan kecil yang telah disediakan, peserta diminta untuk menulis harapan, kewajiban, dan larangan. Setelah selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai permainan yang seru. Kemudian peserta dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pembina dan kelompok remaja. Pembagian kelompok digolongkan  berdasarkan usia. Kelompok remaja tetap berada di Aula Merapi, sedangkan kelompok pembina berada di ruangan yang lain. Kini tiba saatnya bagi peserta untuk chek in, istirahat, dan makan.


Pukul 13.00 WIB peserta kembali masuk ke dalam ruangan. Peserta melakukan role play “andai aku remaja” dan “andai aku orang tua”. Kemudian peserta mendapatkan materi tentang “galau” yang disampaikan oleh LSM Gapoera. Usai mendapat materi, peserta dibagi menjadi 10 kelompok. Awalnya, peserta menyaksikan tayangan  sebuah film pendek mengenai permasalahan remaja. Kemudian peserta diminta melakukan study kasus. Setiap kelompok mendapat 1 kasus permasalahan remaja dan  diminta untuk melakukan diskusi agar permasalahan remaja yang didapat dapat terpecahkan. Acara dilanjutkan dengan coffe break.  Setelah itu, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain dan dewan juri. Usai acara tersebut, peserta diberi waktu untuk mandi, beristirahat, makan, dan persiapan untuk pentas seni.


Acara pentas seni tidak dilakukan di dalam ruangan, melainkan di lapangan kecil. Dalam pensi ini peserta juga menikmati api unggun yang disiapkan panitia.  Setiap kontingen berusaha menampilkan yang terbaik pada acara pentas seni tersebut. Acara pentas seni berlangsung dengan baik dan menyenangkan. SMP Kristen Lentera menampilkan gerak dan lagu  dengan judul “Padang Bulan” kemudian bercerita “Timun Mas”  oleh Olivia. Selain itu,  bersama dengan siswa dari kecamatan lain SMP Kristen Lentera juga menampilkan gerak dan lagu dengan judul “Bendera”.  Usai acara pentas seni , dengan mata tertutup peserta dibawa ke dalam ruangan untuk mengikuti renungan. Sementara para pendamping meninggalkan tempat untuk beristirahat. Pukul 24.00 WIB renungan baru selesai dan peserta dipersilahkan kembali ke kamar untuk beristirahat.


Keesokan harinya yaitu pukul 06.00 WIB peserta harus sudah siap untuk mengikuti senam pagi di lapangan kecil. Peserta diminta untuk memakai baju dan topi yang sudah diberikan.  Peserta juga memakai celana olah raga  panjang warna gelap dan sepatu olahraga. Setelah senam pagi, acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan yang telah dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Kemudian peserta menikmati sarapan. Acara dilanjutkan dengan permainan “edukasi, kreatif, dan menyenangkan”.

Usai permainan peserta dipersilahkan untuk beristirahat, makan, dan persiapan chek out. Kini tiba saatnya penutupan. Dan inilah saatnya pengumuman pemenang. Kontingen Kabupaten Semarang berhasil memenangkan juara 3 permainan dan juara 1 pentas seni. Sementara itu siswa SMP Kristen Lentera yaitu “Aldo” berhasil meraih  “juara 1 termodis” dan “juara 3 tergokil.” Siswa SMP Kristen Lentera yang lain yaitu “Olivia” berhasil meraih “ juara 1 teraktif.” Acara penutupan dilanjutkan dengan upacara dan foto bersama. Kini tiba saatnya bagi setiap peserta untuk kembali ke asal dareah masing-masing. Begitu juga siswa SMP Kristen Lentera yang kembali ke Ambarawa. Pengalaman baru  dan teman-teman baru tentunya akan sulit untuk dilupakan. (Olivia / Foto: dok.)

Gallery:

Why Lentera?

Lentera

Menjadi sekolah terkemuka, unggul dalam iman-karakter dan iptek. Berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Experience

Lentera

Anak-anak didik di Sekolah Kristen Lentera diajarkan untuk berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Student Life

Lentera

SKL menjadi tempat bagi anak-anak didik untuk dapat menyalurkan bakat dan hobby positif-nya, sehingga mereka menjadi generasi yang kreatif.

CORE VALUES LENTERA

akronim lentera