Kirab Budaya Keluarga SKL 2013


Merupakan sebuah ironi bagi kita, sebagai penduduk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kian tua usianya, kian luntur rasa cinta dan peduli terhadap negeri ini. Tepat 85 tahun yang lalu, pada tanggal 'sempurna': 28-10-1928 (28 Oktober 1928), diikrarkan suatu janji nasional dari para pemuda di Indonesia, yang kini kita kenal dengan Sumpah Pemuda. Semakin beriringnya waktu, dan dengan semakin banyaknya keunikan dan kebudayaan asing yang lebih disukai generasi penerus kita pada era globalisasi ini, Indonesia yang pada dasarnya merupakan negara yang kaya akan budaya makin ditinggalkan dengan adanya ''K-Pop'', ''Idol Group'', ''Boyband'', ''Girlband'', dan lain-lain.

Pagi itu di Ambarawa, suasana tampak berbeda dari biasanya. Ketika setiap pagi, ratusan anak dari pelosok Ambarawa dan sekitarnya mendatangi Sekolah Kristen Lentera dengan seragam, Senin itu, melintas motor dan kendaraan lainnya dengan anak-anak maupun orang tua yang mengenakan pakaian adat. Ya, ketika sekolah-sekolah memperingati hari Sumpah Pemuda dengan upacara bendera, Sekolah Kristen Lentera mengadakan Kirab Budaya.

Sumpah Pemuda, ikrar setia dari para pejuang Indonesia memberi semangat kepada keluarga besar Sekolah Kristen Lentera utuk memperkenalkan sekaligus menggunakan pakaian adat dari pelosok Timur Indonesia hingga ujung Barat di Papua.

Rute perjalanan yang ditempuh tahun ini tak kalah panjang dengan tahun lalu; mulai dari kompleks Sekolah Kristen Lentera > Pasar Gamblok > Jl. Brigjend Sudiarto atau lebih dikenal dengan Lodoyong dan Losari > Lapangan Besar Panglima Sudirman >Pasar Lanang > Jl. Pemuda > Palagan Ambarawa > Jl. Jend. Sudirman > Jl. Slamet Riyadi dan kembali ke SKL. Tentu saja, sepanjang jalan masyarakat Ambarawa menyambut dengan ramah senyuman dan alunan musik yang didukung oleh hangatnya mentari pagi.  Tak lupa kami bersyukur dengan pagi hari yang dianugerahkan oleh Tuhan Yesus, sehingga kirab dapat berlangsung tanpa halangan dan hujan sedikitpun.

Semua terlihat senang.  Bagaimana tidak, semua keluarga Sekolah Kristen Lentera Ambarawa mengitari kota yang mereka cintai dengan pakaian unik yang mereka kenakan; adik-adik TK dengan keluguan mereka berseragam profesi cita-cita mereka, mengendarai odong-odong yang setiap sore mengitari kota kecil Ambarawa ini.  SD mengenakan pakaian adat, di mana mereka memang seharusnya mengenali warisan budaya bangsa yang merupakan budaya yang sangat banyak, bahkan mungkin terbanyak di seluruh dunia. Dari SMP, semua terlihat senang dengan pakaian kebesaran mereka; kakak kelas 7-8 mengenakan pakaian adat dan membawa rumah adat, sementara tim Gema Nada Sangkakala menabuh alat musik Drum Band.  Walau pegal dan lelah menyelimuti dan keringat bercucuran, rasa senang itu merupakan anugerah dari Dia yang ciptakan manusia.

Kami segenap keluarga besar Sekolah Kristen Lentera mengucapkan, Semangat Hari Sumpah Pemuda, Semangat Indonesia! Terima kasih banyak atas partisipasi dan doanya, mari kita tetap mempertahankan Budaya Indonesia! (EEM/Foto:Jarwo, dkk.)

Gallery:

Why Lentera?

Lentera

Menjadi sekolah terkemuka, unggul dalam iman-karakter dan iptek. Berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Experience

Lentera

Anak-anak didik di Sekolah Kristen Lentera diajarkan untuk berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Student Life

Lentera

SKL menjadi tempat bagi anak-anak didik untuk dapat menyalurkan bakat dan hobby positif-nya, sehingga mereka menjadi generasi yang kreatif.

CORE VALUES LENTERA

akronim lentera