Pawai budaya Keluarga Sekolah Kristen Lentera Ambarawa


Memperingati hari Sumpah Pemuda sekaligus memperingati bulan Bahasa, Sekolah Kristen Lentera mengadakan acara kirab budaya yang diberi nama “Pawai Budaya Keluarga Sekolah Kristen Lentera Ambarawa”. Acara di adakan pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2012, dimulai pada pukul 08.00 WIB dan selesai sekitar jam 10.00 WIB.

Acara Pawai Budaya ini juga menjadi bagian untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air Indonesia, menyampaikan pesan tentang kebhinekatunggalikaan Indonesia, membangun rasa toleransi terhadap keanekaragaman serta perbedaan yang ada di sekeliling kita. Dengan demikian rasa bangga, saling menghargai  dan mencintai bangsa ini mulai dibina.

Sejak pagi para siswa, guru dan bahkan orangtua peserta didik hadir dengan mengenakan busana dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka tampak ceria dan bersemangat, selain serius menyiapkan pakaian yang dikenakan dengan berbagai asesoriesnya, mereka juga memakai make up sesuai dengan baju yang dipilih. Memang setiap kelas mendapat bagian mengenakan 3 baju adat dari 3 daerah yang berbeda, masing-masing sepasang. Tentu dengan jumlah kelas yang ada yaitu TK 4 kelas, SD 7 kelas dan SMP 4 kelas maka tak ayal sudah ada lebih dari 20 pasang pakaian adat. Sementara anak-anak yang lain bebas memilih pakaian adat manapun dan sebagian lain mengenakan baju batik. Tak ayal, baju dari barat sampai ke timur di Nusantara ini terpresentasikan dalam acara ini.  Sementara itu khusus kelas 9 yang menjadi pemain drum band dipercaya untuk menjadi pimpinan kirab.

Sebelum memulai kirab ini, anak-anak berkumpul di halaman sekolah untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh bu Lortha. Dan selesai berdoa, anak-anak memulai pawai dengan diawali oleh tim drum band . Di belakang drum band ada 5 kereta mini yang membawa anak-anak Kelompok Bermain, TK, dan mereka yang masih kelas 1 serta 2 SD. Baru kemudian menyusul mulai kelas 3 sampai kelas 8.

Acara yang sepenuhnya mendapat dukungan pengurus Yayasan Lentera Edukasi Ambarawa, Komite Sekolah dan orangtua ini menempuh jalur yang lumayan panjang. Daerah yang dilalui adalah mulai dari SKLàPasar Gamblokà Jl. Brigjend Sudiarto atau lebih dikenal dengan Lodoyong dan Losari à Pasar Lanang à Jl. Pemuda à Palagan Ambarawa à Jl. Jend. Sudirman à Jl. Slamet Riyadi dan kembali ke SKL. Tentu saja, sepanjang jalan anak-anak bersukacita, apalagi cuaca cerah. Puji Tuhan bahwa doa kami agar tidak hujan dikabulkan oleh Tuhan Yesus.  Kami juga bersyukur karena semua berjalan dengan lancar, selamat tanpa hambatan apapun. Tentu saja ini juga karena dukungan masyarakat Ambarawa yang tidak kalah antusias menyaksikan di sepanjang jalanan yang kami lalui.

Sepanjang perjalanan, Pak Sutrisno, Pak Sudarto dan Bu Iswati (ketua Panitia Pekan Budaya) menjadi juru bicara SKL, mereka berdua memperkenalkan SKL, visi yang ada, proses pembelajaran yang di pakai, proyek-proyek SKL, dan seluk beluk apapun berkaitan dengan pawai atau SKL kepada masyarakat yang menyaksikan pawai ini. Tidak kalah serunya, secara bergantian, anak-anak mulai kelas 4 sampai kelas 8, mereka menyanyikan lagu-lagu daerah diiringi dengan permainan alat musik kreasi sendiri. Sepanjang perjalanan, peserta pawai tetap menerapkan BESTRA (Bersih, Sopan, Tertib, Rapi dan Aman), sehingga sampah bungkus permen atau minuman yang dimakan dan diminum tidak dibuang sembarangan. Mereka juga berjalan dengan tertib seperti yang diarahkan oleh bapak ibu guru, sehingga jalanan tetap terasa aman. Meskipun demikian Pak Sutrisno, Kepala Sekolah SD yang berbaris di depan tetap menyampaikan permohonan maaf bila pawai ini mengakibatkan ketidaknyamanan pengguna jalan raya untuk beberapa saat.

Acara ini secara langsung juga menjadi hiburan bagi masyarakat Ambarawa yang memang cukup haus dengan hiburan. Mereka antusias menyaksikan mulai baris pertama sampai yang terakhir. Bahkan sudah sangat lama di kota Kecamatan Ambarawa ini tidak lagi pernah ada pawai budaya. Biarlah apa yang bias disumbangkan oleh Sekolah Kristen Lentera ini dapat menginspirasi pemerintah kecamatan untuk suatu kali menyelenggarakan acara yang sangat mendidik bagi masyarakatnya.

Syukur kepada Tuhan yang telah memberikan cuaca yang indah meskipun ini musim penghujan. Juga karena Tuhan menyertai sehingga prosesi pawai berjalan baik dan lancar, selamat tak kurang suatu apapun sampai semua peserta kembali ke SKL. (LGb./ Foto:Jarwo, dok.)

Gallery:

Why Lentera?

Lentera

Menjadi sekolah terkemuka, unggul dalam iman-karakter dan iptek. Berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Experience

Lentera

Anak-anak didik di Sekolah Kristen Lentera diajarkan untuk berprestasi, cerdas-mandiri di era global dan berpijak pada budaya bangsa.

Student Life

Lentera

SKL menjadi tempat bagi anak-anak didik untuk dapat menyalurkan bakat dan hobby positif-nya, sehingga mereka menjadi generasi yang kreatif.

CORE VALUES LENTERA

akronim lentera